HeWi foundation control office :

Gubug HeWi foundation
Dsn. Pajangan RT 01 RW 16, Wedomartani, Kec Ngemplak, Kab Sleman.
D.I.Yogyakarta Indonesia
c.p 081578832020 / 085643830602
e-mail : hewifoundation@gmail.com

Senin, 06 April 2015

Simple Sedekah

Mungkin sebagian dari kita mempunyai keinginan kuat untuk bersedekah, namun terkadang ketika akan mengeluarkan sedekah tersebut rasanya sangat berat. Jika kita mempunyai keyakinan yang kuat pasti tidak masalah, namun bagi yang masih dalam tahap belajar akan terasa susah. Sebenarnya ada cara yang sangat mudah sekali untuk kita dapat bersedekah.
Caranya yaitu dengan memanfaatkan barang yang ada disekitar kita untuk dijadikan Celengan Sedekah, bisa berupa toples, kaleng bekas, dan lain sebagainya. Namun demikian bukan berarti kita harus memasukan sejumlah uang ke dalam celengan tersebut setiap hari. Karena jika seperti itu sama halnya kita dipaksa untuk sedekah, dan itu juga akan merasa memberatkan.
Lalu bagaimana? terkadang jika kita belanja di warung atau di mana saja kita pasti mendapat kembalian. Baik berupa uang koin maupun kertas dengan nominal yang bermacam-macam. Biasanya sesampainya di rumah, kita hanya meletakkan uang kembalian begitu saja di atas meja. Nah uang kembalian tersebut lebih baik dimasukkan saja ke dalam celengan tersebut daripada hanya ditaruh begitu saja di meja. 
Dengan cara begitu kita tidak akan merasa bahwa kita sedang bersedekah, dan jika sudah beberapa waktu baru uang tersebut kita sedekahkan kepada yang membutuhkan, bisa langsung maupun melalui lembaga-lembaga sedekah yang ada. Dengan merasa bahwa kita tidak sedang bersedekah maka keihklasan kita akan semakin besar apabila kita langsung mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk bersedekah, karena setan akan selalu menghalangi niat kita untuk berbuat baik.
Simpel kan????

Senin, 16 Maret 2015

Daftar Ambulance Gratis di Jogjakarta

PKPU Jogja
Kantor Cabang Yogyakarta
Jl. Prof DR Sardjito No.4, Yogyakarta, Telp (0274) 561525 Fax (0274) 555041


Sedekah Rombongan 
081-906-800-900


Omah Laskar (LS Jogja):
Jl. Godean Km 9 Ngentak, Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta. 55561. Telp. (0274) 653 2253 / 0896 7193 7773


Sabtu, 14 Maret 2015

Ambulance Gratis Bagi Siapa Saja yang Membutuhkan

    
     Seiring dengan perkembangan jaman maka kebutuhan akan kesehatan semakin meningkat. Tak heran jika sering kita jumpai di rumah-rumah sakit selalu penuh dengan pasien untuk berobat. Bahkan tak jarang juga pihak rumah sakit sampai kewalahan dan akhirnya menolak pasien. Hal ini menyebabkan pasien harus pontang-panting mencari rumah sakit tak terkecuali bagi pasien yang kurang mampu. Dengan kemampuan yang terbatas mereka harus mobile kesana-kemari meskipun kondisi pasien tidak memungkinkan. Melihat hal yang demikian sungguh miris rasanya, ketika mereka sedang ditimpa kesusahan masih harus ditambah lagi penderitaanya. 

     Dengan alasan tersebut layaklah kiranya HeWi foundation sebagai suatu gerakan sosial untuk membatu mereka yang membutuhkan mempunyai cita-cita yang mulia yakni pengadaan mobil ambulance gratis, dimana ambulance tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas bagi pasien khususnya pasien tidak mampu.

     Namun demikian, cita-cita mulia tersebut tak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari para donatur.Untuk itu maka bagi siapa saja yang berkenan untuk menjadi donatur program pengadaan ambulance gratis kami akan sangat bersyukur sekali dan besar harapan kami untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut.

    Bagi yang ingin mendonasikan untuk program pengadaan Ambulance Gratis HeWi foundation dapat mendonasikannya melalui Rekening Dompet Peduli HeWi foundation yang tertera pada blog ini. Silahkan mendonasikan dengan ketentuan menambahkan nominal angka 11 pada dana yang Anda transferkan (contoh : Rp 100.011,-)
Terimakasih, semoga donasi Anda menjadi amal ibadah yang akan bermanfaat kelak.

Kamis, 26 Februari 2015

Heran, mengapa bayi pengemis selalu tertidur?


 Dekat stasiun di sebuah kota besar duduk seorang wanita dgn usia yg tak diketahui. Rambutnya kotor, kepalanya tertunduk dalam kesedihan.

Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas. Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor.

Banyak orang yang lewat akan memberikan uang. Kami selalu merasa kasihan pada orang kurang beruntung. Kami siap untuk memberikan orang-orang malang itu kemeja terakhir kami, uang terakhir kami di dalam kantong tanpa ragu ragu.

Aku berjalan melewati seorang pengemis selama satu bulan . Tidak memberikan uang, karena saya tahu bahwa ini adalah geng yang dioperasikan dan uang yang dikumpulkan oleh pengemis akan diberikan kepada siapapun yang mengontrol pengemis di daerah tersebut, orang-orang yang memiliki banyak properti mewah dan mobil.

Sebulan kemudian, saya berjalan melewati pengemis, seketika saya merasa terkejut.

saya di persimpangan yang sibuk, menatap bayi, berpakaian seperti biasa yang sangat kotor. Saya menyadari bahwa itu tampak aneh, menemukan seorang anak kecil di sebuah stasiun kotor dari pagi hingga sore.

Bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur, mengubur wajahnya di lutut seorang wanita yang disebut ibunya.

Apakah salah satu dari Anda memiliki anak-anak antara usia 1 sampai 3? Apakah Anda ingat bagaimana mereka tidak dapat tidur lebih dari 2 jam pada suatu waktu? Namun, anak-anak ini selalu tertidur. Selalu! Oleh karena itu kecurigaan saya tumbuh.

"Kenapa dia tidur sepanjang waktu?" Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.

Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Saya mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhat saya, seakan kesal dengan pertanyaan saya.
"B*ngs*t" , bibirnya bergumam.

Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: "Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?." Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.

Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada
umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.

Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari teman saya, saya berhasil menemukan bahwa pengems itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.

Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil "menyewa" dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan.

Saya membutuhkan jawaban atas pertanyaan - mengapa bayi tidur? Dan saya mendapatkannya. Teman saya mengatakan kepada saya dengan suara tenang, "Mereka diberikan heroin, atau vodka"

Aku tercengang . "Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!"

Dia menjawab, " Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana anak itu mungkin bosan?"

Dalam rangka untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekokin dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan - kadang-kadang anak-anak meninggal selama "hari kerja" . seorang "ibu" harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan. Dan oleh orang yang lewat akan diberikan beberapa uang ke kantong pengemis, dan percaya bahwa mereka melakukan perbuatan baik. Membantu ibu tunggal.

Hari berikutnya saya sedang berjalan di dekat stasiun yang sama. Aku membawa identitas jurnalistik, dan sudah siap untuk pembicaraan serius. sayangnya pembicaraan tidak be rhasil. Namun, terjadi hal ini:

Seorang wanita sedang duduk di lantai dan di tangannya seorang anak kecil. Aku bertanya pertanyaan tentang akte kelairan anak, dan yang paling penting, di mana anak kecil kemarin yang ia diabaikan.

Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak. Pada akhirnya, saya dikawal keluar dari stasiun dalam kehinaan. Satu hal yang tersisa adalah untuk memanggil polisi. Ketika polisi tiba, pengemis dengan bayi menghilang .

Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikir sebelum Anda menyumbangkan. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini sudah mati. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihat horor. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut tidur di tangan pengemis.

Silakan berbagi ini. Dan ketika Anda memutuskan lagi untuk menyumbang ke pengemis, ingat bahwa amal yang anda lakukan bisa jadi kematian bagi anak kecil lainnya.

SUMBER : http://www.pekanews.com/2015/02/tahukah-anda-mengapa-bayi-pengemis.html